Akuntansi Sebagai Sistem Informasi Internal dan Eksternal

Tahukan kamu bahwa akuntansi bisa berfungsi sebagai sistem informasi? Tidak hanya sebagai suatu ilmu yang berhubungan denga hitung menghitung.

Akan tetapi berdasarkan faktanya, akuntansi bukan hanya proses hitung menghitung saja. Akuntansi merupakan suatu proses kompleks mengenai proses pencatatan transaksi keuangan dan mengolah data transaksi yang mana informasi yag dihasilkan digunakan oleh pengguna untuk sebagai bahan dalam mengambil suatu keputusan.

Dapat diketahui bahwa proses akuntansi hampir setiap hari diterapkan oleh kita dalam kehidupan sehari-hari. Akuntansi bukan hanya berisikan pencatatan transaksi keuangan saja, apabila dilihat lebih luas lagi, akuntansi juga berperan sebagai sistem informasi.

Seperti contohnya ketika melakukan transaksi di supermarket atau minimarket kita selalu mendapatkan bukti pembayaran atas transaksi tersebut, hal tersebut merupakan salah satu contoh akuntansi sebagai sistem informasi.

Biar gak bingung tentang akuntansi sebagai sistem informasi tuh kaya gimana, yuk simak penjelasannya berikut ini!

Definisi Akuntansi Menurut Para Ahli

Akuntansi Sebagai Sistem Informasi Lokal dan Internasional [TERBARU]
Ilustrasi (pixabay.com)
Menurut American Accounting Association (AAA), akuntansi yaitu suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, dan pelaporan informasi ekonomi yang memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas oleh mereka yang menggunakan informasi keuangan tersebut.

Sedangkan apabila menurut Kamus Bahasa Indonesia (2010), akuntansi merupakan suatu seni pencatatan, pengikhtisaran transaksi keuangan, dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu kesatuan ekonomi.

FASB atau Financial Accounting Standard Board (FASB) mengatakan bahwa akuntansi merupakan kegiatan jasa yang berfungsi untuk menyediakan informasi kuantitatif yang kemudian dipakai untuk digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomi.

AICPA atau American Institute of Certified Public Accountants mengatakan bahwa akuntansi merupakan seni pencatatan, penggolongan, peringkasan yang tepat dan dinyatakan dalam satuan mata uang, transaksi-transaksi dan kejadian yang setidaknya bersifat finansial dan penafsiran hasil-hasilnya.

Definisi Akuntansi sebagai Sistem Informasi

Akuntansi sebagai sistem informasi berarti bahwa akuntansi berperan sebagai proses dalam mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi keuangan. Informasi yang dihasilkan digunakan oleh pengguna informasi akuntansi.

Dengan adanya informasi tersebut, diharapkan pengguna informasi akuntansi dapat mengambil keputusan yang tepat dalam hal keuangan.

Penggguna Informasi Akuntansi

Akuntansi Sebagai Sistem Informasi Lokal dan Internasional [TERBARU]
Ilustrasi (pixabay.com)
Pengguna inforasi akuntansi merupakan orang yangmenggunakan laporan akuntansi untuk membuat suatu keputusan. Pengguna informasi akuntansi terbagi menjadi dua, yaitu pengguna informasi internal dan eksternal.

Pengguna informasi internal merupakan orang yang terlibat dalam perusahaan dan membuat laporan akuntansi, contohnya seperti pemilik, manajemen, dan karyawan.

Sedangkan pengguna informasi eksternal merupakan individu, lembaga, atau entitas lainnya yang berada di luar perusahaan yang menggunakan informasi akuntansi dalam rangka pengambilan keputusan. Yang termasuk dalam pengguna eksternal yaitu diantaranya kreditur, investor, pemerintah, konsumen, dan masyarakat.

Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam buku Standar Akuntansi Keuangan (SAK), dijelaskan bahwa terdapat 8 pihak yang membutuhkan informasi keuangan atau akuntansi, yaitu:

1. Investor

Investor menggunakan informasi keuangan untuk menentukan keoutusan dalam membeli, menahan, atau bahkan menjual investasi pada suatu perusahaan.

2. Karyawan

Karyawan menggunakan informasi keuangan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam rangka memberikan balas jasa, pensiun, dan kesempatan kerja.

3. Kreditor

Kreditor menggunakan informasi keuangan untuk menilai kemampuan dari suatu perusahaan, apakah perusahaan tersebut bisa mengembalikan pinjaman dan bunga sesuai dengan tanggal jatuh tempo atau tidak.

4. Pemasok

Pemasok menggunakan informasi keuangan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam hal membayar utang atas pembelian barang yang dibeli oleh perusahaan pada saat sebelum atau bahkan sesudah jatuh tempo.

5. Pelanggan

Pelanggan menggunakan informasi keuangan untuk menlai keberlangsungan usaha suatu perusahaan.

6. Pemerintah

Pemerintah menggunakan informasi keuangan untuk mengatur aktivitas perusahaan, kebijakan ekonomi, dan sebagai dasar dalam menyusun statistik pendapatan nasional.

7. Masyarakat

Masyarakat menggunakan informasi keuangan sebagai dasar dalam menilai perkembangan perusahaan, terutama berkaitan dengan kontribusi perusahaan terhadap perekonomian nasional.

8. Manajemen

Manajemen menggunakan informasi keuangan sebagai bahan untuk mengevaluasi berbagai kebijakan yang sudah diambil dan sebagai salah satu dasar dalam membuat rencana di masa mendatang.

Kualitas Sistem Informasi Akuntansi

Akuntansi Sebagai Sistem Informasi Lokal dan Internasional [TERBARU]
Ilustrasi (pixabay.com)
Akuntansi menyediakan data kuantitatif sebagai dasar dalam pengambilan keputusan yang digunakan oleh pihak eksternal dan pihak internal. Dengan begitu, informasi akuntansi harus menjaga kualitasnya agar mampu memenuhi kriteria yang sudah ditentukan.

Berdasarkan SFAC atau Statements of Financial Accounting Concepts No. 2, kualitas informasi akuntansi terdiri dari kualitas khusus, utama, dan juga sekunder.

1. Kualitas Khusus Pemakai

Informasi yang berkualitas khusus pemakai merupakan informasi yang disajikan dalam bentuk dan istilah yang disesuaikan dengan batas pengertian pemakai agar informasi akuntansi dapat dimengerti dengan baik.

Namun, pihak pemakai diharapkan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai proses akuntansi keuangan, istilah-istilah yang digunakan dalam laporan keuangan serta aktivitas ekonomi yang dijalankan oleh perusahaan.

2. Kualitas Utama

Informasi akuntansi harus memiliki 2 kualitas utama, yaitu :

2.1. Relevan

Kriteria yang dibutuhkan untuk memperoleh informasi yang relevan yaitu sebagai berikut:

  •  Nilai prediksi, dapat digunakan sebagai dasar dalam memprediksi kemungkinan yang terjadi di masa depan.
  • NIlai umpan balik (feedback) berupa prediksi, pembenaran, atau bahkan penolakan atas rencana yang sudah dibuat pada sebelumnya.
  • Tepat waktu, informasi harus diberikan seawal mungkin agar bisa dijadikan sebagai dasar dalam membantu pengambilan keputusan ekonomi dan juga menghindari tertundanya pengambilan keputusan tersebut.

2.2. Dapat Dipercaya

Kriteria yang diperlukan dalam rangka mendapatkan informasi yang dapat dipercaya yaitu:

  • Dapat diuji, informasi yang dihasilkan harus dapat diuji kebenarannya oleh para penilai yang independen dengan menggunakan metode pengukuran yang seragam.
  • Netral, informasi bersifat netral, harus diarahkan kepada kebutuhan umum pemakai dan tidak tergantung pada suatu kepentingan lain.
  • Menyajikan kebenaran, informasi yang dihasilkan harus sesuai dengan kondisi ekonomi ataupun kejadian yangn sesungguhnya terjadi, serta memberitahui keadaan yang sebenarnya.

3. Kualitas Sekunder

Selain memenuhi kualitas khusus pemakai dan kualitas utama, informasi akuntansi juga haus memenuhi kualitas sekunder, yaitu:

  • Daya banding, informasi yang dihasilkan dapat dibandingkan dengan laporan keuangan pada perusahaan lainnya dalam periode yang sama
  • Konsistensi, informasi yang dihasilkan dalam suatu perusahaan harus dengan menerapkan akuntansi yang sama dari satu periode waktu ke periode waktu lainnya.
  • Cukup berarti, tuntutan prinsip akuntansi dapat diabaikan selama tidak menyebabkan adanya kesalahan dalam laporan keuangan yang mempengaruhi pengambilan keputusan atau laporan penilaian pembaca laporan tersebut.

Bidang Akuntansi

Bidang ilmu akuntansi terbagi ke dalam beberapa bidang disiplin ilmu, yaitu sebagai berikut:

  1. Akuntansi Keuangan
  2. Pemeriksaan Akuntansi
  3. Akuntansi Biaya
  4. Akuntansi Manajemen
  5. Akuntansi Pajak
  6. Akuntansi Internasional
  7. Akuntansi Lembaga Nirlaba
  8. Akuntansi Pemerintahan
  9. Sistem Akuntansi
  10. Akuntansi Anggaran
  11. Akuntansi Pendidikan.

Manfaat Akuntansi Sebagai Sistem Informasi

Akuntansi
Ilustrasi (pixabay.com)
Data yang dihasilkan dalam laporan keuangan bisa dimanfaatkan sebagai salah satu cara dalam hal mengendalikan keuangan.

Bukan hanya mengenai pembukuan atau hitung-menghitung saja, tetapi akuntansi sebagai sistem informasi bertujuan untuk mencegah terjadinya kesalahan ketika melakukan pengambilan keputusan keuangan.

Berikut ini merupakan beberapa manfaat utama akuntansi sebagai sistem informasi, antara lain:

a. Memberi Informasi mengenai Kondisi Keuangan

Apabila dilihat dari sudut pandang perusahaan, laporan keuangan merupakan suatu gambaran mengenai kondisi keuangan pada perusahaan tersebut. Akuntansi sebagai sistem informasi digunakan untuk menunjukkan kinerja perusahaan selama ini.

Seorang akuntan akan melihat cash flow dari perusahaan yang didalamnya berisikan total aset perusahaan, modal yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan, dan juga hutang yang dimiliki oleh perusahaan.

Apabila dalam laporan tersebut terdapat hal yang tidak sesuai, maka manajemen perusahaan dapat segera mengambil tindakan.

b. Menjadi Alat Pengendali Keuangan.

Bukan hanya laporan keuangan rutin, pencatatan keuangan pun bisa menjadi alat kontrol keuangan perusahaan.

Sistem akuntansi yang tertata rapi mejadi suatu dasar kebijakan perusahaan dalam mengalokasikan keuangannya. Dengan begitu manajemen perusahaan bisa menentukan skala prioritas yang lebih tepat apabila menggunakan data yang bersumber dari sistem akuntansi.

Sedangkan bagi perusahaan, informasi akuntansi digunakan oleh perusahaan untuk mengetahui keuntungan dan kerugian yang didapat oleh perusahaan. dengan begitu perusahaan dapat menyusun rencana anggaran yang lebih baik lagi untuk meminimalkan terjadinya resiko kerugian.

c. Sebagai Bahan Evaluasi Keuangan

Berdasarkan informasi keuangan, perusahaan dapat mengetahui apa yang sudah terjadi pada periode sebelumnya, dan apa saja hal-hal yag seharusnya ditingkatkan pada masa yang akan datang.

Akuntansi membantu perusahaan dalam melakukan evaluasi atas kinerja yang sudah terjadi, apakah masih ada hal yang harus diperbaiki atau ditingkatkan berdasarkan laporan keuangan yang dihasilkan.

d. Sebagai Laporan Kepada Pihak Eksternal

Informasi akuntansi digunakan sebagai laporan keuangan kepada pihak eksternal, seperti untuk menarik minat investor untuk berinvestasi pada suatu perusahaan.

Selain itu, pada saat perusahaan akan melaporkan pajak atau audit keuangan kepada pihak otoritas, diperlukan data yang berasal dari sistem akuntansi.

Hal-hal di atas merupakan pembahasan mengenai akuntansi sebagai sistem informasi. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan kamu atas akuntansi sebagai sistem informasi!

Leave a Comment

error: device_error