Jenis-Jenis Binatang: Berbagai Macam Pengelompokan

Bukan Arjuna – Jika berbicara tentang binatang atau hewan, akan banyak sekali pembahasan yang dapat didiskusikan atau bahkan didebatkan. Hal ini dikarenakan beragamnya jenis-jenis binatang yang hidup dan bisa kita temui dalam kehidupan kita.

Jenis-jenis binatang ini sering digolongkan berdasarakan beberapa ciri, kebiasaan, atau kesamaan yang ada pada diri binatang tersebut. Entah itu berdasarkan pada cara berkembangbiaknya, pada habitatnya, jenis makanan yang dimakannya, dll.

Pembahasan-pembahan tersebut dibahas secara mendalam dalam cabang ilmu biologi, yakni ilmu taksonomi.

Akan tetapi, dalam artikel ini saya mencoba untuk merangkum pembahasan mengenai pengelompokan jenis-jenis binatang tersebut secara garis besarnya. Selamat menyimak.

1. Jenis-jenis Binatang Berdasarkan Perkembangbiakannya

Jenis-jenis Binatang Berdasarkan Perkembangbiakannya
reddit(dot)com

Salah satu ciri utama dari semua makhluk hidup di dunia ini adalah berkembang biak. Begitu pula pada binatang, cara berkembang biak ini dibedakan menjadi dua garis besar, yakni secara generatif dan vegetatif. Apa sajakah perbedaan dari kedua cara berkembang biak binatang tersebut? Berikut ulasannya:

A. Generatif

Perkembangbiakan binatang secara generatif dapat dikatakan juga dengan perkembangbiakan secara kawin (melalui proses seksual). Pada perkembangbiakan generatif ini terbagi menjadi tiga bagian, yakni:

  1. Ovipar; Perkembangbiakan binatang dengan cara bertelur. Contoh: Burung, bebek, ayam, angsa, cecak, dll.
  2. Vivipar; Perkembangbiakan binatang dengan cara melahirkan. Contoh: Sapi, kuda, kelelawar, macan, dll.
  3. Ovovivipar; Perkembangbiakan binatang dengan cara bertelur-melahirkan. Contoh: Ikan hiu, platypus, anaconda, dll.

B. Vegetatif

Perkembangbiakan vegetatif ini adalah lawan dari perkembangbiakan generatif. Maka dapat dikatakan bahwa perkembangbiakan vegetatif ini adalah perkembangbiakan tanpa melalui proses perkawinan (aseksual). Pada perkembangbiakan vegetatif ini juga terbagi menjadi tiga bagian, yakni:

  1. Tunas; Perkembangbiakan pada binatang avertebrata dengan cara memunculkan tunas pada tubuh induknya. Yang diaman tunas tersebut akan menjadi individu baru. Contoh: Hydra.
  2. Membelah Diri; Perkembangbiakan pada binatang yang hanya memiliki sel tunggal. Contoh: Amuba & bintang laut.
  3. Fragmentasi; Perkembangbiakan pada binatang tingkat rendah dengan cara memotong bagian tubuhnya untuk menghasilkan individu baru. Contoh: Cacing pita/ cacing pipih.

2. Jenis-jenis Binatang Berdasarkan Habitatnya

Berdasarkan Habitatnya
youtube(dot)com

Pengelompokan jenis-jenis binatang selanjutnya yakni berdasarkan habitat atau tempat tinggalnya, diantaranya:

A. Habitat Darat; Binatang yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan hidup di daratan. Contoh: Ayam, kambing, burung, dll.

B. Habitat Air; BInatang yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan hidup di dalam air. Contoh: Ikan, kura-kura, lobster, dll.

C. Habitat Darat dan Air; Binatang yang bisa menghabiskan sebagian besar waktunya dengan hidup di darat dan di air. Contoh: Katak & salamander.

3. Jenis-jenis Binatang Berdasarkan Makanannya

Jenis-jenis Binatang Berdasarkan Makanannya
whatdosquirrelseat(dot)org

Pengelompokan jenis binatang berdasarkan makanan yang dimakannya dapat dibagi menjadi lima kategori, yaitu:

A. Herbivora; Binatang pemakan tumbuhan. Contoh: Banteng, jerapah, sapi, kambing, dll.

B. Karnivora; Binatang pemakan daging. Contoh: Serigala, buaya, singa, ular, dll.

C. Insektivora; Binatang pemakan serangga. Contoh: Chameleon/ bunglon, anteater, archerfish, dll.

D. Pemakan Biji-bijian; Binatang pemakan berbagai jenis biji. Contoh: Burung kenari, burung pipit, luwak, dll.

E. Omnivora; Binatang pemakan segala (tumbuhan, daging, serangga, biji-bijian). Contoh: Sebagian besar keluarga kera seperti simpanse, orang utan, gorila, babi, bebek, dll.

4. Jenis-jenis Binatang Berdasarkan Geraknya

Berdasarkan Geraknya
skillshare(dot)com

Pengelompokan jenis binatang berdasarkan cara bergerak dan beraktivitasnya dibagi menjadi enam kategori, yaitu:

A. Bergerak dengan Cara Berjalan; Binatang yang bergerak dan melakukan aktivitas dengan cara berjalan, baik dengan dua ataupun empat kaki. Contoh: Ayam, kucing, anjing, kuda, dll.

B. Bergerak dengan Cara Melompat; Binatang yang bergerak dan melakukan aktivitas dengan cara melompat, baik dengan dua ataupun empat kaki. Contoh: Kanguru, kelinci, katak, dll.

C. Bergerak dengan Cara Terbang; Binatang yang bergerak dan melakukan aktivitas dengan cara terbang menggunakan sayapnya. Contoh: Burung, capung, kelelawar, dll.

D. Bergerak dengan Cara Berenang; Binatang yang bergerak dan melakukan aktivitas dengan cara berenang baik dengan menggunakan sirip, tentakel, dan kaki. Contoh: Ikan, gurita, udang, kepiting, dll.

E. Bergerak dengan Cara Melata; Binatang yang bergerak dan melakukan aktivitas dengan menggunakan otot perut. Contoh: Ular, siput, cacing, dan lintah.

F. Bergerak dengan Cara Merayap/ Merangkak; Binatang yang bergerak dan melakukan aktivitas dengan cara mendorong badannya menggunakan kaki (bagian perut dekat dengan tanah). Contoh: Cecak, tokek, buaya, kadal, komodo, buaya, dll.

5. Jenis-jenis Binatang Berdasarkan Penutup Tubuhnya

Jenis-jenis Binatang Berdasarkan Penutup Tubuhnya
mentalfloss(dot)com

Pengelompokan jenis binatang berdasarkan penutup atau pelindung tubuhnya dibagi menjadi empat kategori, yaitu:

A. Berambut; Rambut yang terdapat pada tubuh binatang ini berfungsi sebagai pelindung kulit dari berbagai macam gangguan seperti radiasi sinar matahari, dll. Contoh: Kelinci, kucing, sapi, kuda, kerbau, tikus, dll.

B. Berbulu; Fungsi dari bulu ini sama seperti fungsi pada hewan berambut, yakni untuk melindungi kulit tubuh. Akan tetapi terdapat beberapa bulu pada hewan yang memiliki lapisan minyak yang berfungsi untuk mempercepat ketika berenang, contohnya pada bulu bebek.

Sedangkan fungsi lain dari bulu yakni untuk menahan tekanan angin ketika sedang terbang, contohnya pada sebagian besar jenis burung.

C. Bersisik; Sisik pada tubuh binatang ini memiliki beberapa fungsi, seperti membantu pergerakan saat melata/ merayap (ular, buaya, kadal), dan saat berenang (sebagian besar jenis ikan).

D. Bercangkang; Cangkang yang terdapat pada binatang ini berfungsi sebagai alat perlindungan diri/ tubuh dari pemangsa. Contoh: Kura-kura, siput, kerang, dll.

6. Dikelompokan Berdasarkan Ada/ Tidaknya Tulang Belakang

Berdasarkan Ada/ Tidaknya Tulang Belakang
nationalgeographic(dot)com

Pengelompokan jenis binatang berdasarkan ada/ tidaknya tulang belakang dibagi menjadi dua kategori besar, yaitu:

A. Vertebrata

Binatang vertebrata adalah binatang yang memiliki tulang belakang. Binatang dalam kategori ini dibagi ke dalam lima kelompok jenis binatang lain, yakni:

  1. Mamalia; Binatang yang berkembang biak dengan cara melahirkan (vivipar) dan menyusui anaknya. Contoh: Sapi, kerbau, kucing, paus, dll.
  2. Aves; Binatang yang memiliki kantung udara di bagian paru-paru. Unggas juga termsuk dalam bagian aves. Contoh: Sebagian besar jenis burung, ayam, bebek, dll.
  3. Reptila; Binatang berdarah dingin yang merayap/ melata dan memiliki sisik. Contoh: Tuatra, kura-kura, buaya, komodo, dll.
  4. Amphibia; Binatang berdarah dingin yang dapat hidup pada dua alam/ habitat. Contoh: Katak, salamander, dll.
  5. Pisces; Binatang berdarah dingin bersirip yang berhabitat di dalam air. Contoh: Sebagian besar jenis ikan.

B. Avertebrata/ Invertebrata

Binatang avertebrata adalah binatang yang tidak memiliki tulang belakang. Binatang dalam kategori ini dibagi ke dalam tujuh kelompok jenis binatang/ organisme lain, yakni:

  1. Arthropoda; Binatang yang memiliki kaki beruas-ruas. Contoh: Sebagian besar keluarga serangga, kepiting, dan sebagian besar keluarga udang.
  2. Echinodermata; Binatang yang memiliki kulit tubuh berupa duri. Contoh: Landak laut, bulu babi, bintang laut, dan teripang.
  3. Mollusca; Binatang yang memiliki struktur tubuh lunak. Contoh: Siput, cumi-cumi/ gurita, kerang, dll.
  4. Vermes; Kelompok bintang cacing. Contoh: Cacing pipih, cacing pita, cacing perut, cacing tambang, lintah, dll.
  5. Colenterata; Binatang yang memiliki rongga pada tubuh yang berfungsi dalam proses metabolisme. Contoh: Ubur-ubur, hydra, medusa, dll.
  6. Porifera; Binatang berpori banyak yang berfungsi untuk menyerap oksigen dan digunakan pada regulasi tubuh. Contoh: Calcarea, bunga karang, dll.
  7. Protozoa; Organisme seluler yang tidak memiliki dinding sel dan dapat bergerak, bersifat eukariotik (sel yang memiliki selaput/ membran) dan heterotof (tidak dapat membuat makanannya sendiri). Contoh: Rhizopoda, flagelata, sprozoa, dll.

7. Dikelompokan Berdasarkan Pernapasannya

Jenis-jenis Binatang Berdasarkan Pernapasannya
metro(dot)co(dot)uk

Pengelompokan jenis binatang berdasarkan cara bernapasnya dibagi menjadi lima kategori, yaitu:

A. Bernafas dengan Paru-paru; Contoh: Jerapah, badak, singa, dll.

B. Bernafas dengan Insang; Contoh: Sebagian besar jenis ikan, udang, kuda laut, kecebong, dll.

C. Bernafas dengan Trakea; Contoh: Sebagian besar jenis serangga.

D. Bernafas dengan Kulit; Contoh: Cacing tanah, lintah, caecilian, dll.

E. Bernafas dengan Kulit dan Paru-paru; Contoh: Katak.

Itulah pengelompokan jenis-jenis binatang secara singkat, padat, dan jelas. Semoga dapat menambah wawasan anda semua. Sekian, terimakasih.

Leave a Comment

error: device_error