Hewan Amfibi. Definisi, Pembagian Ordo, Contoh (Gambar+Penjelasan), dll.

Banyak sekali jenis hewan yang Tuhan ciptakan di dunia ini. Salah satunya adalah hewan amfibi. Sebagian dari kita mungkin telah mengetahui apa itu amfibi dan beberapa contoh hewan amfibi seperti katak dan kodok.

Tapi apakah kita sudah mengetahui bahwa banyak sekali pembahasan mengenai hewan amfibi ini. Pada artikel kali ini saya akan mencoba menyajikan segala hal yang berhubungan dengan amfibi. Mulai dari definisi, jenis-jenisnya (ordo), dll.

Semoga melalui artikel ini, bisa menambah sedikit pengetahuan kita akan dunia hewan yang sangat banyak jenis dan pembahasannya.

Let’s go!

A. Definisi Amfibi

Amfibi atau amfibia atau amphibia pada umumnya di definisikan sebagai hewan bertulang belakang (vertebrata) yang dapat hidup di dua alam. Alam yang dimaksud adalah air dan daratan.

Kata amfibi/ amfibia/ amphibia sendiri sebenarnya terdiri dari dua kata Yunani, yakni Amphi dan Bios. Amphi yang berarti ganda, dan Bios yang berarti kehidupan.

Melalui asal kata Yunani tersebut bisa kita simpulkan bahwa amfibi adalah hewan yang dapat hidup di dua alam sebagaimana yang telah dijelaskan pada paragraf sebelumnya.

Sebagian besar amfibi adalah hewan yang tergolong dalam kategori hewan berdarah dingin atau poikiloterm.

Hewan berdarah dingin adalah hewan yang suhu tubuhnya cenderung mengikuti suhu lingkungan diaman ia berada.

Apabila suhu yang ada disekitarnya dingin, maka suhu tubuhnya pun akan menyesuaikan menjadi dingin.

Begitupun sebaliknya, jika suhu lingkungannya panas, maka suhu tubuhnya pun akan panas.

Inilah yang menyebabkan mengapa sebagian besar hewan amfibi adalah hewan yang dapat bertahan di berbagai suhu yang ekstrim.

Karena amfibi adalah hewan yang memiliki daya adaptasi yang luar biasa.

Selain itu hewan amfibi juga adalah contoh hewan yang mengalami perkembangbiakan secara metamorfosis.

Yakni perkembangbiakan yang pada setiap fasenya mengalami perubahan bentuk dan fungsi dari organ tubuh.

B. Pembagian Ordo Pada Amfibi

Secara garis besar, contoh hewan amfibi ini terbagi menjadi tiga kelompok bangsa (ordo). Pembagian ordo tersebut ialah:

  • Anura
  • Caudata
  • Gymnophiona.

1. Ordo Anura

Ordo Anura mencakup katak dan kodok. Ordo anura terbagi atas banyak famili namun di indonesia terdapat 7 famili yaitu: Famili Bufonidae, famili Ranidae, famili Dicroglossidae, famili Megophoridae, famili Rhacophoridae, famili Microhylidae, famili Bombinatoridae.

Katak memiliki tubuh yang pendek, jari kaki yang berselaput, mata yang menonjol, lidah yang terbelah dua dan tanpa ekor.

Mereka adalah pelompat yang ulung. Banyak dari keistimewaan mereka, khususnya kaki mereka yang panjang dan bertenaga adalah adaptasi untuk meningkatkan kemampuan melompat mereka.

Mereka kadang hidup di area yang semi berair atau mendiami tempat lembap.

2. Ordo Caudata

Ordo Caudata adalah salamander. kadal adalah salamander yang menghabiskan hidup mereka di air walaupun mereka sudah dewasa. Mereka diklasifikasikan ke subfamili Pleurodelinae dari keluarga Salamandridae.

Sistem pernapasannya berbeda antarspesies salamander. Spesies yang tidak punya paru-paru berespirasi dengan insang.

Dalam banyak kasus yang dimaksud adalah insang luar yang dapat dilihat sebagai benjolan di kedua sisi kepala mereka.

Beberapa salamander yang hidup di darat memiliki paru-paru yang digunakan untuk berespirasi, walaupun ini berbentuk sederhana dan seperti kantong yang tidak seperti organ kompleks lain yang ditemukan pada mamalia.

Banyak juga spesies yang memiliki keduanya (paru-paru dan kulit) saat dewasa.

Beberapa spesies darat tidak memiliki keduanya dan melakukan pertukaran gas melewati kulit mereka. Bahkan beberapa spesies berparu paru juga bernapas melewati kulit.

Kulit salamander mengeluarkan lendir. Ini untuk membantu mereka tetap lembap saat ada di daerah kering dan menjaga keseimbangan garam mereka saat di air juga berfungsi sebagai pelumas selama berenang.

Salamander juga mengeluarkan racun dari kelenjar dalam tubuh mereka dan beberapa memiliki tambahan kelenjar kulit untuk mengeluarkan cairan saat bereproduksi.

Axolotls dari genus ”Ambystoma adalah amfibi neotenic. Ini berarti mereka memperoleh kematangan seksual dan bereproduksi saat masih dalam bentuk larva.

3. Ordo Gymnophiona

Ordo Gymnophiona mencakup bangsa sesilia. Mereka bertubuh panjang, silinder dan tanpa anggota badan yang membuat mereka tampak seperti ular atau cacing.

Mereka punya kulit yang berlipat-lipat yang membuat mereka semakin mirip dengan cacing tanah. Beberapa hidup di air tetapi banyak yang hidup di bawah tanah dalam lubang yang mereka gali.

Sesilia banyak ditemukan di daerah tropis yaitu Asia, Afrika, Amerika Selatan dan Tengah.

Mereka adalah amfibi yang menggali lubang. Ini berarti mereka menggali sendiri tanah basah seperti cacing. Kepala mereka kuat dan bertulang, dan berfungsi untuk membantu mereka dalam menggali tanah.

Karena sesilia merupakan binatang bertulang belakang, mereka bisa melengkung dengan mudah.

C. Ciri-ciri Amfibi

  • Amfibi merupakan satu-satunya vertebrata yang mengalami metamorfosis lengkap
  • Bereproduksi dan berkembangbiak secara generatif
  • Telur biasanya diletakkan di dalam air atau lingkungan lembab dan dibuahi secara eksternal maupun internal
  • Berkulit halus,tipis,berbulu,berpori. Kulit mengandung kelenjar lendir dan kelenjar racun
  • Amfibi adalah hewan berdarah dingin. Tidak seperti hewan berdarah panas yang mengatur suhu tubuh secara internal,amfibi mengatur suhu tubuh dari luar tubuh mereka
  • Jantung terdiri dari 3 ruang, 2 atrium,1 ventrikel
  • Respirasi dapat secara terpisah atau dalam kombinasi paru-paru, kulit, dan insang
  • Memiliki peredaran darah tertutup
  • Kaki memiliki selaput
  • Anggota badan memiliki ukuran bervariasi dengan anggota bagian depan lebih kecil dari anggota bagian belakang.

Banyak hewan yang tidak mengalami metamorfosis, baca disini! Jangan kaget ya! 😀

D. Beberapa Contoh Hewan Amfibi

1. Kodok (Bufo sp)

Cha Kodok
nature-photogallery.eu

Kodok merupakan salah satu contoh hewan amfibi yang dengan mudah untuk ditemukan. Hewan ini banyak dijumpai di daerah lembab misalnya di dekat rawa ataupun sungai.

Kodok memiliki kaki berkuku dan berselaput. Permukaan tubuh kodok beracun dan kasar.

Kaki kodok memiliki permukaan yang lebih panjang dibagian belakang yang sangat berguna untuk melompat.

Hewan ini cenderung berwarna gelap dan hidup di atas permukaan tanah. Ukuran kecebong kodok diketahui lebih besar dibanding katak.

2. Kodok Suriname (Pipa pipa)

Contoh Hewan Amfibi. Kodok Suriname
pinterest.ch

Kodok ini berbadan pipih lebar yang ditemukan di Bolivia, Brasil, Kolombia, Ekuador, Guiana Prancis, Peru, Suriname, Trinidad dan Tobago, Suriname, dan Venezuela.

Habitatnya di hutan lembab tropis atau sub tropis, rawa subtropis atau tropis, dan daerah paya.

Badan kodok ini datar dan pipih. Kakinya berjaring lebar dengan kaki depan mirip bintang dengan ukuran kecil.

Panjangnya bisa mencapai 20 cm (8 in) walau biasanya panjangnya 10–13 cm (4–5 in). Matanya kecil, tanpa gigi dan lidah.

Kodok ini terkenal karena menyimpan telur di dalam kulit hingga menetas dan akan terus berada di sana hingga siap lepas dari induknya.

3. Katak Sawah (Rana sp)

Cha Katak Sawah
calphotos.berkeley.edu

Katak sawah memiliki ukuran yang lebih kecil. Katak ini banyak ditemukan di sawah – sawah yang tergenang. Katak memiliki kaki berselaput yang membuat katak sangat pintar berenang.

Kulit pada tubuh katak sangat licin dan berwarna tidak mecolok.

Katak banyak memakan serangga kecil di tepi sawah. Kulitnya yang licin namun tidak beracun seperti pada kodok.

Katak sawah juga memiliki panjang kaki belakang lebih panjang di banding kaki depan karena memungkinkan berenang dengan cepat.

Hal ini menjadi salah satu gaya dalam olahraga berenang yakni gaya katak.

4. Katak Pohon (Hyla sp)

Contoh Hewan Amfibi. Katak Pohon
flickr.com

Katak pohon merupakan katak yang berukuran lebih kecil dari katak sawah dan kodok. Hal yang menarik dari katak pohon adalah memiliki warna yang mencolok dan beracun.

Katak pohon menggunakan juluran lidah untuk memangsa makanannya berupa serangga kecil.

Kakinya kecil yang memiliki bantalan (pad) memungkinkan katak ini untuk lompat dari pohon satu ke pohon yang lainnya.

Katak juga memiliki permukaan kulit yang licin dan halus namun beracun.

5. Purple Frog (Nasikabatrachus sahyadrensis)

Cha Purple Frog
lifeinwildlife.wordpress.com

Belum lama ini, para ilmuwan telah menemukan spesies katak baru di Pegunungan Ghats Barat, India.

Kodok tersebut berkilau, berkulit ungu, cincin biru di sekitar matanya, dan berhidung runcing mirip hidung babi.

Kodok tersebut memiliki cara makan yang unik, yakni menggunakan lidahnya yang panjang untuk mengumpulkan semut dan rayap di bawah tanah

Keunikan hewan ini memiliki suara yang mirip dengan ayam. Ia hidup di dalam tanah dan akan muncul saat ingin kawin.

6. Yellow Banded Poison Dart Frog (Dendrobates leucomelas)

Contoh Hewan Amfibi. Yellow Banded Poison Dart Frog
etsy.com

Bernama ilmiah Dendrobates leucomelas atau lebih dikenal yellow banded poison dart frog atau bumblebee poison frog. Katak ini dapat ditemukan di Venezuela, Guyana, Brazil dan bagian timur Kolombia.

7. Blue Poison Dart Frog (Dendrobates tincotorius)

Cha Blue Poison Dart Frog
understoryenterprises.com

Atau sering disebut dengan blue poison arrow frog atau orang sekitar sana memanggilnya dengan nama okopipi. Kata ini bernama ilmiah Dendrobates tincotorius “azureus” adalah katak anak panah beracun.

Katak ini dapat ditemukan di hutan yang dikelilingi padang rumput Sipaliwin yang berlokasi di selatan Suriname.

8. Salamander (Salamandra sp)

Contoh Hewan Amfibi. Salamander
researchgate.net

Mereka secara umum dicirikan oleh penampilan mirip kadal, dengan tubuh ramping, hidung pendek, dan ekor yang panjang.

Sebagian besar salamander memiliki empat jari pada kaki depan mereka dan lima jari pada kaki belakang mereka.

Kulit mereka yang lembap menjadikan mereka lebih suka tinggal di habitat dekat air, atau dalam tempat yang terlindung (misalnya tanah lembap), seringkali di lahan basah.

Beberapa spesies Salamander sepenuhnya tinggal di air sepanjang hidup mereka, sebagian tinggal di air untuk sementara, dan sebagian lagi tinggal di darat ketika dewasa.

Mereka makhluk vertebrata yang unik karena mereka dapat menumbuhkan kembali bagian tubuh yang hilang.

9. Axolotl (Ambystoma mexicanum)

Cha Axolotl
magnoliabox.com

Axolotl adalah salah satu jenis amfibi yang banyak menghabiskan waktu untuk berada didalam air.

Hewan axolotl dikenal juga dengan nama salamander meksiko. Hewan ini memiliki bentuk seperti kadal. Banyak yang berpendapat hewan ini sangat imut dan lucu.

Memiliki warna tubuh hitam atau putih dan. Hal ini akan membuat hewan axolotl menjadi diminati sebagai hewan peliharaan eksotik untuk orang yang menyukainya.

10. Neuse River Waterdog (Necturus lewisi)

Contoh Hewan Amfibi. Neuse River Waterdog
herpsofnc.org

Hewan ini adalah amfibi yang masih menyerupai salamander, akan tetapi memiliki ukuran yang sedang. Ukuran river waterdog ini sekitar 16-28 cm. Memiliki permukaan kulit halus dan bercorak.

11. Common Mudpuppy (Necturus maculosus)

Cha Common Mudpuppy
calphotos.berkeley.edu

Hewan ini merupakan salah satu jenis amfibi yang diketahui endemik berada di timur laut bagian Amerika Serikat.

Hewan ini banyak ditemukan di wilayah negara Kanada pada tempat lembab. Mereka suka bersembunyi di dalam air dengan kedalaman hingga 90 kaki.

Hewan ini juga diketahui dapat hidup hingga 20 tahun dengan bertahan memakan daging seperti telur ikan, serangga, dll.

12. Olm (Proteus anguinus)

Contoh Hewan Amfibi. Olm
monaconatureencyclopedia.com

Olm atau proteus (Proteus anguinus) adalah salamander akuatik dalam famili Proteidae, satu-satunya spesies chordate penghuni gua yang ditemukan di Eropa.

Berbeda dengan kebanyakan amfibi, itu sepenuhnya akuatik; itu makan, tidur, dan berkembang biak di bawah air.

Hidup di gua-gua yang ditemukan di Alpen Dinaric, endemik di perairan yang mengalir di bawah tanah melalui batuan kapur luas dari karst Eropa Tengah dan Tenggara, khususnya Slovenia selatan, Italia, Kroasia Barat Daya, Bosina dan Herzegovina.

Ia juga disebut “ikan manusia” oleh penduduk setempat karena warna kulitnya yang berdaging.

Salamander gua ini paling terkenal karena adaptasinya terhadap kehidupan yang benar-benar gelap di habitat bawah tanahnya.

Mata olm tidak berkembang, membiarkannya buta, sementara indera lainnya, terutama yang memiliki bau dan pendengaran, berkembang dengan sangat tajam.

Ini juga tidak memiliki pigmentasi di kulitnya. Ia memiliki tiga jari pada kaki depannya, tetapi hanya dua jari pada kaki belakangnya./

Cara perkembangbiakan hewan terlengakap baca disini!

13. Sesilia/ Caecilia (Caecilia sp)

Cha Sesilia
hiveminer.com

Sesilia atau apoda adalah salah satu jenis hewan yang tergolong amfibi. Hewan ini termasuk ke dalam hewan amfibi kategori langka. Sesilia juga memiliki habitat di tempat yang lembab.

Sesilia memiliki bentuk yang panjang seperi ular. Ukuran sesilia hanya saja lebih kecil.

Sesilia juga dikenal dengan nama ulo duwel oleh orang jawa. Banyak orang yang menganggap jika hewan sesilia merupakan jenis cacing atau anak ular karena memiliki bentuk yang mirip.

Demikianlah artikel mengenai definisi, jenis-jenis, dan beberapa contoh hewan amfibi. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita semua. Terimakasih.

en.wikipedia.org

id.wikipedia.org

dosenbiologi.com

Leave a Comment

error: device_error