Yuk Belajar Cara Budidaya Burung Puyuh. Pemula? Tak Usah Khawatir!

Burung puyuh termasuk dalam jenis burung yang berukuran kecil-menengah. Hewan ini merupakan jenis burung yang tidak bisa terbang sama seperti burung unta dan kasuari. Di Indonesia sendiri, banyak mereka yang sukses dalam menekuni bisnis budidaya burung puyuh.

Burung ini dijadikan peluang bisnis yang menggiurkan karena perminataan pasarnya yang cukup besar. Burung puyuh pada umumnya dimanfaatkan telur dan dagingnya sebagai makanan yang menggugah selera.

Bagi anda semua yang ingin mencoba untuk memulai budidaya burung puyuh ini, berikut ulasan yang bisa diperhatikan sebelum mempraktikannya.

1. Keuntungan Budidaya Burung Puyuh

[Gambar}

Beberapa keuntungan yang bisa dijadikan alasan dalam budidaya burung puyuh:

  • Pesaing yang masih sedikit
  • Permintaan pasar cukup tinggi
  • Tidak membutuhkan modal yang sangat besar (bergantung pada skala awal memulainya)
  • Telur dan dagingnya lezat serta memiliki kandungan gizi
  • Bulunya dapat dijadikan kerajinaan
  • Perawatannya relatif mudah
  • Kotorannya dapat dijadikan pupuk untuk tanaman

2. Persyaratan Lokasi Budidaya Burung Puyuh

[Gambar]

Beberapa syarat lokasi yang harus diperhatikan dalam memulai budidaya buruh puyuh antara lain:

  • Jauh dari pemukiman penduduk (dikhawatirkan akan mengganggu penduduk akibat bau kotoran burung puyuh)
  • Tidak terletak pada area yang bising atau dekat dengan keramaian
  • Mudah dijangkau oleh transportasi darat (hal ini bertujuan untuk memudahkan sarana logistik seperti pakan, perawatan, dll. Serta dalam penyaluran pemasaran ketika telah panen)
  • Bukan lokasi yang berpotensi atau sering menjadi tempat banjir
  • Terbebas dari wabah penyakit
  • Memiliki sirkulasi udara yang cukup baik
  • Aman dari gangguan hewan lain seperti musang, biawak, anjing dll.

3. Persiapan Kandang Burung Puyuh

[Gambar]

Mempersiapkan kandang merupakan salah satu faktor terpenting dalam ternak puyuh petelur ini. Karena kandang berpengaruh sekali terhadap kesehatan dan produktivitas burung puyuh.

Untuk itu, pembuatan kandang harus dibuat sebaik mungkin agar burung puyuh merasa nyaman sehingga dapat berproduksi dengan maksimal. Tata letak kandang sebaiknya diatur di tempat yang terkena sinar matahari pagi. Sehingga kandang tidak dalam kondisi lembab.

Selain itu, temperatur kandang harus ideal berkisar 20-25 derajat Celcius. Kelembapan kandang juga harus berkisar 30-80% dan penerangan kandang saat siang hari cukup 25-40 watt, sedangkan untuk malam hari berkisar 40-60 watt (berlaku untuk cuaca dingin/musim hujan).

A. Ukuran Kandang

[Gambar]

Ukuran kandang puyuh sangat berpengaruh terhadap kepadatan kandang atau isi burung puyuh dalam setiap kandang. Kandang yang baik mempunyai panjang maksimal 100cm dan lebar maksimal 60cm.

Dengan ukuran kandang tersebut dapat menampung populasi puyuh sebanyak 30-35 ekor. Acuan ini kita terapkan karena semakin kecil ukuran kandang maka akan semakin baik produksi burung puyuh.

Jika ukuran kandang terlalu besar, maka gerak burung puyuh akan semakin banyak sehingga pakan yang seharusnya terkonfersi menjadi telur akan terbuang percuma untuk energi burung puyuh tersebut.

Untuk memaksimalkan penggunaan tempat, biasanya kandang puyuh dibuat bertingkat-tingkat. Pada umumnya jumlah tingkat yang ideal adalah sebanyak 4 tingkat

B. Alas Kandang

[Gambar]

Alas kandang burung puyuh sebaiknya menggunakan bahan yang berlubang dengan tujuan kotoran dari burung puyuh dapat langsung turun ke tempat penampungan kotoran dan tidak bersentuhan langsung dengan burung puyuh.

Rata-rata peternak puyuh menggunakan alas kandang dengan kawat strimin dengan kualitas terbaik dengan tujuan agar dapat bertahan lama (6-7 periode pemeliharaan). Jika kamu menggunakan kawat strimin dengan kualitas renda maka hanya akan bertahan 1-2 periode pemeliharaan saja.

C. Dinding Kandang

[Gambar]

Untuk mendapatkan sirkulasi udara yang baik maka bahan yang digunakan untuk membuat dinding kandang adalah menggunakan strimin. Bahan alternatif lain yang bisa dijadikan dinding kandang adalah belahan bambu sekaligus dapat menghemat biaya.

Untuk dinding yang menggunakan bambu harus memperhatikan jarak antar bambu. Jangan terlalu renggang karena burung payuh dapat keluar dari kandang.

D. Tempat Makan dan Minum

Tempat pakan dan minum sebaiknya diposisikan agar menyatu dengan kandang. Selain itu penempatan pakan diluar kandang juga berfungsi agar pakan puyuh tidak terbuang sia-sia dan pada akhirnya tercampur dengan kotoran burung puyuh.

Tempat pakan dibuat memanjang sesuai dengan ukuran kandang burung puyuh dan letakkan di depan agar mudah memberi pakannya. Sedangkan tempat minum burung puyuh sebaiknya diletakkan disamping atau belakang kandang.

4. Pembagian Kandang Burung Puyuh

[Gambar]

Dalam hal kandang, dibutuhkan manajemen dalam pembagian usia burung puyuh itu sendiri. Karena tidak mungkin burung puyuh anakan yang memiliki ukuran tubuh yang kecil disatukan tempatnya dengan puyuh indukan yang lebih besar.

Pembagian ini bertujuan agar proses pemeliharaan dan pemanenan dalam budidaya burung puyuh ini menjadi lebih mudah. Beberapa pembagian kandangnya yaitu:

A. Kandang untuk Indukan

[Gambar]

Kandang ini sangat berpengaruh terhadap produktivitas dan kemampuan untuk menghasilkan telur yang berkualitas. Ukuran kandang yang digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan diternakkan.

B. Kandang untuk Pembibitan

[Gambar]

Kandang ini digunakan sebagai kandang untuk induk burung puyuh pembibit. Kandang ini mempunyai ukuran dan bentuk yang sama seperti kandang induk puyuh petelur.

C. Kandang untuk Anakan Starter

[Gambar]

Kandang ini adalah kandang bagi anak burung puyuh pada umur starter, yaitu mulai umur 1 hari sampai dengan 2-3 minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh tetap terlindung dan mendapatkan kehangatan sesuai dengan kebutuhan.

D. Kandang untuk Anakan Grower dan Layer

Kanding ini adalah kandang untuk puyuh yang berumur 3-6 (grower), dan lebih dari 6 (layer) minggu. Ukuran kandang ini sama seperti kandang untuk induk pembibit.

5. Persiapan Bibit Burung Puyuh

[Gambar]

Burung puyuh dapat dikonsumsi dagingnya, sama seperti unggas-unggas yang lain. Daging burung ini juga sudah banyak digemari di masyarakat. Oleh sebab itu jika Anda berencana membudidayakan burung puyuh yang ingin dimanfaatkan dagingnya, pilihlah bibit burung puyuh unggul.

Pertama-tama yang harus Anda lakukan ialah memilih burung puyuh jantan dan betina yang sudah tidak memproduksi telur. Karena di sini, kita membahas cara budidaya burung puyuh rumahan yang hanya akan dijadikan burung puyuh pedaging.

Kedua, tentunya Anda harus memilih burung yang sehat, tidak pernah sakit, dan tidak sedang terserang penyakit. Penyakit unggas dapat berbahaya juga pada manusia. Karenanya jangan disepelekan. Apalagi Anda akan mengonsumsi dagingnya

  • Untuk produksi telur konsumsi. Dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat serta bebas dari penyakit.
  • Untuk produksi daging puyuh. Dipilih bibit burung puyuh jantan dan burung puyuh petelur afkiran.
  • Untuk produksi telur tetas. Dipilih bibit burung puyuh betina yang baik produksi telurnya dan burung puyuh jantan yang sehat dan siap untuk membuahi burung puyuh betina agar dapat menjamin telur menetas dengan kualitas baik.

6. Pemeliharaan Burung Puyuh

[Gambar]

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan budidaya burung puyuh. Antara lain:

A. Kebersihan dan Tindakan Pencegahan

Untuk menjaga puyuh dari serangan penyakit maka kebersihan kandang burung puyuh harus diperhatikan dan perlu dilakukan vaksinasi terhadap puyuh yang dilakukan sedini mungkin.

B. Pemberian Pakan

Pemberian pakan puyuh petelur terdiri dari beberapa jenis, yaitu : bentuk pelet, remah-remah, dan tepung. Pemberian pakan ini dilakukan 2 kali sehari pagi dan siang (untuk puyuh anakan). Sedangkan untuk puyuh dewasa diberikan pakan 1 kali sehari yaitu di pagi hari.

Membuat pakan puyuh sendiri ternyata jauh lebih efektif dan efisien dalam mengurangi biaya produksi. Perbandingan untuk campuran pakan puyuh adalah 3:1:1 (Pelet:Jagung:Bekatul).

Pakan buatan sendiri ini bisa dilakukan seminggu sekali. Tentunya harus diperhatikan cara penyimpanan pakan puyuh ini agar tidak berjamur. Sementara untuk komposisi bahan bisa dikonsultasikan sesuai dengan saran pabrik produsen konsentrat

C. Pemberian Suplemen dan Vaksinasi

Pemberian suplemen probiotik Mig biasanya dicampur di tempat air minum puyuh, tetapi dapat juga dicampur dengan pakan.

  • Umur 0 – 20 hari, larutkan 10 ml Mig dengan air 4 – 5 liter, diberikan setiap memberi air minum puyuh (Kecuali pada saat pelaksanaan vaksinasi dan pemberian antibiotik)
  • Diatas 20 hari – panen, larutkan 10 ml Mig dengan air 4 – 5 liter, berikan setiap 2 hari sekali di waktu pagi atau sore.

Ketika umur puyuh 4 – 7 hari, maka sebaiknya diberi vaksinasi dengan dosis setengah dari dosis vaksinasi untuk ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata atau air minum.

Pemberian obat segera dilakukan apabila puyuh terlihat sakit dengan meminta bantuan petunjuk PPL setempat.

D. Pengontrolan Penyakit

Pengontrolan penyakit harus dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda burung puyuh yang terkena penyakit harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter hewan atapun dinas peternakan setempat.

7. Masa Panen Burung Puyuh

[Gambar]

Memanen burung puyuh dewasa yang sudah tidak bertelur lagi untuk dikonsumsi dagingnya terdengar lebih mudah. Setelah merawatnya beberapa pekan, Anda sudah bisa menjual sejumlah burung puyuh ke pemesan atau untuk dikonsumsi sendiri. Asalkan, burung puyuh Anda sehat dan gemuk yang artinya dagingnya banyak.

Perlu diperhatikan bahwa tidak hanya daging burung puyuh yang dapat dimanfaatkan, bulunya pun bisa. Konon, bulu burung puyuh bisa dibuat menjadi berbagai kerajinan tangan seperti halnya bulu bebek atau angsa yang diproduksi menjadi shuttlecock.

Jika sudah memahami tahapan-tahapan awal cara budidaya burung puyuh di atas, kini Anda sudah siap menjadi peternak burung puyuh skala rumahan. Jangan takut untuk mencoba dan terus belajar dari para peternak yang ada karena sudah lebih berpengalaman di lapangan. Lebih dari itu, kotorannya juga dapat Anda manfaatkan sebagai pupuk kandang.

 

 

Leave a Comment

error: device_error